Jumat, 12 Maret 2010

Bahasa Indonesia - Puisi Baru

PUISI BARU

A. Pengertian Puisi

Dalam kesastraan Indonesia dikenal dua istilah yang sering dicampuradukkan, yaitu sajak dan puisi. Istilah puisi berasal dari kata “poezie” (Belanda). Dalam bahasa Jerman istilah Gedicht yang berarti sajak. Di dalam bahasa Inggris puisi dikenal dengan nama “poetry” yang dianggap sebagai salah satu nama jenis sastra. Jadi, istilah puisi lebih bersifat general jenisnya.

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Puisi adalah karya sastra indah yang berbentuk sajak, penulisannya terikat pada aturan tertentu.

2. Pengertian Puisi

a. Puisi adalah Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

b. Puisi adalah media ekspresi yang tepat dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.

Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur, yaitu kata, larik, bait, rima, dan makna. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut :

a. Kata adalah unsur utama dalam sebuah puisi.

b. Larik bisa berupa satu kata, frase, maupun kalimat yang terdapat pada sebuah puisi.

c. Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis yang memiliki kesatuan makna.

d. Rima adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait.

e. Makna adalah unsur dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut.

B. Pembagian Puisi

1. Puisi Lama

Karya sastra yang penulisannya masih terkait dengan aturan lama.

2. Puisi Baru

Sebuah karya sastra yang berbentuk bebas tetapi penulisannya tidak terkait lagi oleh aturan tertentu dan berbeda dengan puisi lama.

C. Ciri-ciri Puisi Baru

1. Jumlah baris dalam tiap bait bebas.

2. Rima lebih bebas

3. Irama lebih jelas

4. Pilihan kata (diksi) bebas

5. Nama pengarang dicantumkan

6. Bentuknya rapi simetris

7. Mempunyai persajakan akhir yang teratur

8. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain.

9. Sebagian besar puisi empat bait.

10. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis).

11. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) antara 4-5 suku kata.

D. Pembagian Puisi Baru

Puisi Baru terdiri atas tiga, antara lain :

1. Menurut Bentuknya

2. Menurut Isinya

3. Menurut Kata Yang Digunakan

E. Puisi Baru Menurut Bentuknya

Puisi baru menurut bentuknya terbagi atas beberapa macam, antara lain :

1. Diskotin

Penjelasan :

• 2 baris; sajak 2 seuntai
• Distikon (Greek: 2 baris)
• Rima – aa – bb

Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal


Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh


Karya : Or. Mandank

2. Terzina

Penjelasan :

Terzina (Itali: 3 irama)

Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana


Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari


Karya : Sanusi Pane

3. Quartin

Penjelasan :

• Quatrain (Perancis: 4 baris)
• Pada asalnya ada 4 rangkap
• Dipelopori di Malaysia oleh Mahsuri S.N.

Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau


Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu


Karya : A.M. Daeng Myala

4. Quint

Penjelasan :

Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/

Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan


Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan


Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan

Karya : Or. Mandank

5. Sextet

Penjelasan :

• sextet (latin: 6 baris)
• Dikenali sebagai ‘terzina ganda dua’
• Rima akhir bebas

Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih


Karya : Ipih

6. Septima

Penjelasan :

• septime (Latin: 7 baris)
• Rima akhir bebas

Contoh :
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya

Tumpah darahku Indonesia namanya


Karya : Muhammad Yamin

7. Oktaf

Penjelasan :

• Oktaf (Latin: 8 baris)
• Dikenali sebagai ‘double Quatrain’

Contoh :
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang


Karya : Sanusi Pane

8. Soneta

Penjelasan :

· Terdiri atas 14 baris

· Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina

· Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.

· Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.

· Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam

· Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.

· Peralihan dari octav ke sextet disebut volta

· Penambahan baris pada soneta disebut koda.

· Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata

· Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d.

Contoh :
Perasaan siapa ta ‘kan nyala
Melihat anak berelagu dendang
Seorang saja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala
Beginilah nasib anak gembala
Berteduh di bawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala
Jauh sedikit sesayup sampai
Terdengar olehku bunyi serunai
Melagukan alam nan molek permai
Wahai gembala di segara hijau
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau
Maulah aku menurutkan dikau


Karya : Muhammad Yamin

9. Puisi bebas

Penjelasan :

Puisi yang jumlah baitnya tidak terbatas atau bebas

Contoh :

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah Sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Cahaya-Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku

Di pintu-Mu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

Karya : Chairil Anwar

F. Puisi Baru Menurut Isinya

Puisi baru menurut isinyanya terbagi atas beberapa macam, antara lain :

1. Balada

Penjelasan :

1. Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.

2. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.

Contoh :

Betapa sering di sore hari

Kami berjumpa di pojok jalan ini

Menyajikan senyum dia menghormati mesra sekali

Sambil mengetam bunga-bunga; Apa kabar saudara?

Kemudian kami jarang berjumpa

Hidupku disibuki zaman yang sukar ini

Tapi penggantinya tadi menuding ke arah sana

Bawah cemara kini kuburnya alangkah sunyi.

2. Hymne

Penjelasan :

1. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.

2. Lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma mater (Pemandu di Dunia Sastra).
Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.

Contoh :

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu,

mengaggungkan nama-Mu dengan cara sendiri,

menggeliat derita pada lekuk dan liku,

bawah sayatan khianat dan dusta,

dengan hikmat selalu aku pandang patung-Mu,

menitikkan darah dari tangan kaki,

dari mahkota dan membulan paku,

yang dikarati oleh dosa manusia,

tanpa luka yang lebar terbuka,

dunia kehilangan sumber kasih,

besarlah mereka yang dalam nestapa,

mengenal-Mu tersalib di dalam hati.

3. Roman

Penjelasan :

1. Roman adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.

2. keindahan perasaan, kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.

Contoh :

Terbesit bayangan ayu wajahmu

Terbias cinta dan kasih putih

Seketika rindu merajam

Meluruhkan hati tak tertahankan hasrat ingin berjumpa

Menabur mimpi menuai harapan

Berharap kau jadi milikku selamanya

Tak dapat disangkal lagi

Engkau memang untukku

Biarlah badai melanda cinta kita

Berbekal percaya kita mampu melewati

Menuju kebahagiaan sejati

Yang selalu kita rindukan.

4. Ode

Penjelasan :

1. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.

2. Ciri ode nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.

Contoh :

Generasi sekarang,

di atas puncak gunung fantasi,

berdiri aku dan dari sana.

Memandang ke bawah, ke tempat berjuang,

generasi sekarang di panjang masa.

Menciptakan kemegahan baru,

pantoen keindahan Indonesia.

Yang menjadi kenang-kenangan,

pada zaman dalam dunia.

5. Epigram

Penjelasan :

1. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.

2. Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didiktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman dan teladan.

Contoh :

Hari ini tak ada tempat berdiri

Sikap lamban berarti mati

Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan

Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

6. Elegi

Penjelasan :

1. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

2. Sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.

Contoh :

Ini kali tidak ada yang mencari cinta,

diantara gudang, rumah tua, pada cerita

tiang tali-temali.

Kapal, perahu tiada berlaut,

Menghembus dari dalam mempercaya mau berpaut.

7. Satire

Penjelasan :

1. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.

2. kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)

Contoh :

Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku,

membentur jidad penyair-penyair salon,

yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

sementara ketidakadilan terjadi

di sampingnya,

dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,

termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

G. Puisi Baru Menurut Penggunaan Kata

Puisi baru menurut isinyanya terbagi atas beberapa macam, antara lain :

1. Puisi Diaphan

Penjelasan :

Puisi yang menggunakan kata-kata secara terbuka sehingga isi puisi mudah dipahami.

Contoh :

Kami duduk berdua

Di bangku halaman rumahnya

Pohon jambu di halaman rumah itu

Berbuah dengan lebatnya

Dan kami senang memandangnya

Angin yang lewat

Memainkan daun yang berguguran

2. Puisi Prismatis

Penjelasan :

Puisi yang banyak menggunakan kata-kata sebagai pelambang kiasan.

Contoh :

Pada jam ke-24

Kota seperti kiamat

Sydney telah terkunci

Dalam gelas pagi

Ada bulan mengukur luas

Laut dan musik panas

Ada beton membentang bentuk

Ada bayang hanya merunduk

H. Cara Membuat Puisi

Cara-cara pembuatan puisi berikut ini disusun secara akrostik, dengan menggunakan huruf-huruf awal dalam kata ”Puisi”, antara lain sebagai berikut :

1. Huruf ”P”

Pikiran dan Perasaan

Keinginan menulis sebuah puisi biasanya diawali oleh munculnya gagasan. Gagasan tiba-tiba melintas begitu saja ketika perhatian kita tertuju pada suatu objek atau pengalaman. Apa yang ditangkap oleh mata dan telinga, mengkristal dalam pikiran kita hingga menjadi sebuah tema. Dari gagasan yang mengkristal menjadi tema itu kemudian diterjemahkan oleh perasaan untuk diungkapkan dengan bahasa.

2. Huruf ”U”

Ungkapan

Apa yang ada di pikiran dan perasaan tadi mulailah kita ungkapkan ke dalam kata-kata. Sebagai alat ekspresi, maka kata-kata harus betul-betul bisa mengungkapkan apa yang ada di kepala dan hati tadi. Untuk itulah, mulailah sebuah proses pemilihan kata (diksi). Proses ini biasanya dianggap bagian paling sulit dalam pembuatan puisi karena tidak mudah dan cepat untuk menemukan kata-kata yang sesuai.

3. Huruf ”I”

Interpertasi

Ketika kita menemukan sejumlah kata, maka proses yang mengiringinya adalah mencoba menginterpretasikan atau membuat penafsiran terlebih dahulu apakah kata-kata yang kita pilih itu mempunyai makna yang sesuai dengan keinginan kita. Untuk itu, kembali kita lihat bagaimana hubungan antarkata hingga menjadi bait, dan hubungan antar bait, termasuk pemengalannya (anyambemen) hingga sesuai dengan tema yang ada dalam pikiran dan perasaan kita.

4. Huruf ”S”

Sajak

Sebuah puisi identik dengan bunyi (sajak). Persamaan atau perbedaan bunyi itu timbul dari huruf atau kata-kata dalam puisi tersebut jika dibaca. Dari bunyi-bunyi yang muncul itulah keindahan puisi bisa dirasakan. Untuk itulah, kata-kata yang sudah kita temukan dan pilihan tadi harus kembali direkonstruksi agar muncul persajakannya. Dari sinilah akan terlihat berbagai macam rima dalam puisi kita.

5. Huruf ”I”

Indah

Kesempurnaan sebuah puisi adalah ketika pikiran dan perasaan kita dapat terwakili dengan pas dan sesuai oleh kata-kata yang terpilih dan menimbulkan bunyi-bunyi yang indah. Ada kepuasan tersendiri ketika puisi yang kita buat sudahmampu memenuhi keinginan kita dan mampu menarik perhatian bagi penikmatnya karena keindahannya.

Biologi - Keanekaragaman Hayati

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai bentuk tanaman dan hewan. Dimana pada setiap tumbuhan atau hewan tersebut memiliki keanekaragaman bentuk, warna, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, tanaman atau hewan yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi dilindungi dengan berbagai macam cara mulai dari membuat taman nasional, cagar alam, suaka marga satwa, dan lain sebagainya.

Usaha-usaha yang digunakan untuk melindungi taman tersebut memiliki manfaat yang sangat berguna bagi masyarakat dengan bagaimana masyarakat itu sendiri menggunakannya dengan baik atau tidak. Sebagian besar manfaat usaha tersebut timbul karena adanya kerjasama dengan baik antara pengurus usaha tersebut dengan masyarakat disekitarnya. Tetapi, jika masyarakat melakukan eksploitasi sumber hayati terus-menerus tanpa melakukan pelestariannya, maka diperkirakan usaha-usaha tersebut akan menimbulkan dampak negative, serta punahnya tanaman dan hewan itu sendiri.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, makalah ini akan membahas mengenai Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati. Beberapa hal yang akan dikupas diantaranya :

1) Pengertian dari Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

2) Macam-macam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

3) Upaya yang digunakan dalam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

4) Pelestarian Keanekaragaman Hayati

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN

Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah :

1) Menjelaskan tentang Pengertian dari Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

2) Menjelaskan macam-macam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati

3) Menjelaskan bagaiman upaya yang digunakan dalam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

4) Menjelaskan mengenai Pelestarian Keanekaragaman Hayati

D. SISTEMATIKA PENULISAN

a. Halaman Judul

b. Kata Pengantar

c. Daftar isi

d. Bab I Pendahuluan

e. Bab II Tinjauan Pustaka

f. Bab III Metode Penulisan

g. Bab IV Pembahasan

h. Bab V Penutup

i. Daftar Pustaka

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bertitik tolak dari pembahasan dalam penulisan makalah ini, penulis mendapatkan tinjauan pustaka yang digunakan guna menyempurnakan penyusunan karya tulis ini. Beberapa landasan teori tersebut adalah :

1) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata usaha memiliki arti: daya, ikhtiar, upaya. Kata pelestarian memiliki arti : tak ada perubahan, tetap keadaannya seperti sedia kala, kekal. Kata anekaragaman memiliki arti : keadaan yang bermacam-macam. Kata hayati memiliki arti : berkenaan dalam hidup.

2) Dalam salah satu blog pendidikan di Internet Wikipedia.com, usaha pelestarian keanekaragaman hayati adalah usaha untuk melindungi kekayaan jenis flora dan fauna.

BAB III

METODE PENULISAN

Metode yang digunakan oleh penulis untuk menyelesaikan makalah ini adalah metode pustaka, yakni penulis menggunakan berbagai referensi buku untuk penulisan makalah ini. Selain itu, karena telah berkembangnya teknologi penulis juga mencari referensi melalui internet. Selain menggunakan metode pustaka penulis juga menggunakan teknik analisis.

BAB IV

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan himpunan seluruh populasi penghuni biosfer, yaitu terdiri dari seluruh wilayah udara, tanah, dan air tempat makhluk hidup tinggal. Di dalam makhluk hidup terkandung plasma nuftah (germplasm), yaitu kisaran keanekaragaman genetic dari individu liar sampai individu budidaya. Penyebab utama keanekaragaman makhluk hidup ini adalah gem.Usaha pelestarian keanekaragaman hayati adalah usaha untuk melindungi kekayaan jenis tumbuhan (flora) dan kekayaan hewan (fauna), serta mikroorganisme untuk melestarikan agar tidak punah.

Keanekaragaman Hayati Indonesia Dalam Era Globalisasi

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 18 ribuan pulau, bertempat tinggalnya flora dan fauna dari dua tipe yang berbeda asal-usulnya yaitu bagian barat (Indo-Malayan) dan bagian timur termasuk kawasan Pasifik dan Australia. Walaupun luas daratan hanya 1,3 % dari seluruh daratan bumi, tetapi Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang unik dan menakjubkan. Sekitar 10% spesies berbunga, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptil dan amphibia, 17% spesies burung serta 25% spesies ikan dunia yang dikenal manusia terdistribusi di perairan Indonesia (BSP-Kemala, 2000). Dengan panjang wilayah pesisir yang mencapai 81,000 kilometer atau sekitar 14% dari panjang pantai dunia, maka ekosistem kelautan Indonesia sangat kaya dan bervariasi. Hutan bakau Indonesia sangat luas dan memiliki jenis terumbu karang yang spektakuler di Asia. Perairan pesisir Indonesia menjadi sumber makanan bagi sejumlah besar mamalia laut, reptil, ikan dan burung-burung. Wilayah pesisir yang dangkal dengan terumbu karangnya dan hutan bakau melindungi wilayah ini dari dampak pasang laut dan tsunami. Secara tradisional terumbu karang menjadi sumber makanan yang sangat penting bagi masyarakat pesisir. Bagaimana dengan hutan tropis Indonesia ? Indonesia diperkirakan memiliki kawasan hutan tropis terbesar di Asia-Pasifik yaitu sekitar 1, 15 juta kilometer persegi dengan keanekaragaman jenis pohon yang paling beragam di dunia. Hutan tropis Indonesia kaya akan spesies palm (447 spesies, dimana 225 diantaranya tidak terdapat di bagian dunia lainnya), lebih dari 400 spesies dipterocarp yaitu jenis kayu yang bernilai sangat tinggi secara ekonomis di Asia Tenggara, dan tersebarnya sekitar 25,000 spesies tumbuhan berbunga (Albar, 1997). Karena begitu kayanya keanekaragaman hayati Indonesia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah keanekaragaman hayati terbesar. Untuk pulau Jawa saja, jumlah spesies setiap 10.000 km2 antara 2000 – 3000 spesies. Sedangkan Kalimantan dan Papua mencapai lebih dari 5000 spesies. Masih banyak keanekaragaman hayati Indonesia lainnya yang berpotensi dan berprospek secara ekonomis maupun keilmuan.

Keanekaragaman Hayati Dan Konservasinya Di Indonesia

Keanekaragaman hayati merupakan ungkapan pernyataan terdapatnya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat, yang terlihat pada berbagai tingkatan persekutuam makhluk hidup yaitu tingkatan ekosisitem, tingkatan jenis dan tingkatan genetik. Keanekaragaman hayati menurut UU NO 5 Tahun 1994 adalah keanekaragaman di antara mahluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keaneka ragaman dalam spesies, antara species dengan ekosisitem. Berdasarkan definisi di atas ada 3 elemen keaneka ragaman hayati yaitu, keaneka ragaman ekosisitem, keaneka ragaman jenis dan keaneka ragaman genetik.

Penyebaran Sumberdaya Hayati Di Indonesia

Dipandang dari segi biodiversitas, posisi geografis Indonesia sangat menguntungkan. Negara ini terdiri dari beribu pulau, berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta terletak di katulistiwa. Dengan posisi seperti ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Indonesia dengan luas wilayah 1,3% dari seluruh luas muka bumi memiliki 10% flora berbunga dunia, 12% mamalia dunia, 17% jenis burung dunia, dan 25% jenis ikan dunia.

Penyebaran tumbuhan, Indonesia tercakup dalam kawasan Malesia, yang juga meliputi Filipina, Malaysia dan Papua Nugini. Kawasan ini ditentukan berdasarkan persebaran marga tumbuhan yang ditandai oleh 3 simpul demarkasi yaitu (1) Simpul selat Torres menunjukkan bahwa 644 marga tumbuhan Irian Jaya tidak bisa menyeberang ke Australia dan 340 marga tumbuhan Australia tidak dijumpai di Irian Jaya. (2) Tanah genting Kra di Semenanjung Malaya merupakan batas penyebaran flora Malesia di Thailand. Demarkasi ini menyebabkan adanya 200 marga tumbuhan Thailand yang tidak dapat menyebar ke kawasan Malesia, dan 375 marga Malesia tidak dijumpai di Thailand. (3). Simpul di sebelah selatan Taiwan menjadi penghalang antara flora Malesia dan Flora Taiwan.. Adanya demarkasi ini menyebabkan 40% marga flora Malesia tidak terdapat di luar kawasan Malesia dan flora Malesia lebih banyak mengandung unsur Asia dibanding unsur Australia. Pecahnya benua selatan Gendawa pada 140 juta tahun yang lalu menjadi paparan sunda (berasal dari benua utara laurasia) dan paparan Sahul (berasal dari Gondawa) menyebabkan penyebaran tumbuhan yang terpusat di paparan Sunda seperti jenis durian, rotan, tusam dan artocarpus.

Pola penyebaran hewan di Indonesia diwarnai oleh pola kelompok kawasan Oriental di sebelah barat dan kelompok kawasan Australia di sebelah Timur. Kedua kawasan ini sangat berbeda. Namun demikian karena Indonesia terdiri dari deretan pulau yang sangat berdekatan, maka migrasi fauna antarpulau memberi peluang bercampurnya unsur dari 2 kelompok kawasan tersebut. Percampuran ini mengaburkan batas antara kawasan oriental dan kawasan Australia.. Memperhatikan sifat hewan di Indonesia Wallace membagi kawasan penyebaran fauna menjadi 2 kelompok besar yaitu fauna bagian barat Indonesi (Sumatera, Jawa, Bali, Madura, Kalimantan) dan Fauna bagian timur yaitu Sulawesi dan pulau di sebelah timumya. Dua kelompok fauna ini mempunyai ciri yang berbeda dan dipiahkan ole garis Wallace (garis antara Kalimantan dan Sulawesi, berlanjut antara Bali dan Lombok).

Hamparan kepulauan di sebelah timur garis Wallace dari semula memang tidak termasuk kawasan Australia, karena garis batas barat kawasan Australia adalah Garis Lydekker yang mengikuti batas paparan Sahul. Dengan demikian ada daerah transisi yang dibatasi Garis Wallace di sebelah Barat dan garis Lydekker di sebelah timur. Di antara kedua garis ini terdapat garis keseimbangan fauna yang dinamakan garis Weber. Karena peluang pencampuran unsur fauna di daerah ini sangat besar, akibatnya di daerah transisi ini terdapat unsur - unsur campuran antara barat dan timur. Daerah transisi ini dinamakan Wallace. Dengan kondisi geografis seperti ini mengakibatkan sumber daya hayati di Indonesia sangat kaya baik dalam jenis maupun jumlahnya.

Keanekaragaman Jenis

Indonesia memiliki keaneka ragaman jenis yang kaya. Taksiran jumlah jenis kelompok utama makhluk hidup sebagai berikut: Hewan menyusui 300 jenis; Burung 7500 jenis; Reptil 2000 jenis; Amfibi 1000 jenis; Ikan 8500 jenis; keong 20000 jenis; serangga 250000 jenis. Tumbuhan biji 25000 jenis; paku pakuan 1250 jenis; lumut 7500 jenis; Ganggang 7800 jenisjamur 72 000 jenis; bakteri dan ganggang biru 300 jenis. (Sastra pradja, 1989). Beberapa pulau di Indonesia memiliki spesies endemik, terutama di pulau Sulawesi; Irian Jaya dan di pulau Mentawai. Indonesia memiliki 420 specis burung endemik yang tersebar di 24 lokasi.

Keanekaragaman Genetik

Keaneka ragaman genetik merupakan keanekaragaman sifat yang terdapat dalam satu jenis. Dengan demikian tidak ada satu makhlukpun yang sama persis dalam penampakannya. Matoa Pometia pinnata di Irian Jaya mempunyai 9 macam penampilan dari seluruh populasi yang ada. Dengan kemampuan reproduksi baik vegetatif dan generatif, populasi sagu di Ambon mempunyai 6 macam pokok sagu yang berbeda. Berdasarkan jumlah jenis durian liar yang tumbuh di Kalimantan yang jumlahnya mencapai 19 jenis, diduga bahwa Kalimantan adalah pusat keanekaragaman genetik durian. Dengan teknik budi daya semakin banyak jenis tumbuhan hasil rekayasa genetik seperti padi, jagung, ketela, semangka tanpa biji, jenis jenis anggrek, salak pondoh, dan lain-lain. Keanekaragaman plasma nutfah di Indonesia tampak pada berbagai hewan piaraan. Ternak penghasil pangan yang telah diusahakan adalah 5 jenis hewan temak yaitu sapi biasa, sapi Bali, kerbau, kambing, domba dan babi. Dan 7 jenis unggas yaitu ayam, itik , entok, angsa, puyuh, merpati dan kalkun serta hewan piaraan yang lain seperti cucak rowo, ayam bekisar, dan lain-lain. Keanekaragaman genetik hewan ini tidak semuanya berasal dari negeri sendiri. Namun demikian melalui proses persilangan jenis-jenis hewan ini memperbanyak khasanah keanekaragaman genetik di Indonesia.

Aspek Kulturasi Sumberdaya Hayati Di Indonesia

Indonesia memiliki kurang lebih 350 etnis dengan keanekaragaman agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya. Dalam upacara ritual keagamaan atau dalam upacara adat banyak sekali sumber daya hayati yang dipergunakan. Sebagai contoh, ummat Islam menggunakan sapi dan kambing jantan dewasa pada setiap hari raya korban, sedangkan umat nasrani memerlukan pohon cemara setiap natal. Umat Hindu membutuhkan berbagai jenis sumber daya hayati untuk setiap upacara keagamaan yang dilakukan. Banyak jenis pohon di Indonesia yang dipercaya sebagai pengusir roh jahat atau tempat tinggal roh jahat seperti beringin, bambu kuning (di Jawa). Upacara kematian di Toraja menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dianggap mempunya nilai magis untuk ramuan memandikan mayat misalnya limau, daun kelapa, pisang dan rempah-rempah lainnya. Disamping itu dipergunakan pula kerbau belang . Pada upacara ngaben di Bali dipergunakan 39 jenis tumbuhan. Dari 39 jenis tersebut banyak yang tergolong penghasil minyak atsiri dan bau harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih dan cendana. Jenis lain yaitu dadap dan tebu hitam diperlukan untuk, kelapa gading diperlukan untuk menghanyutkan abu ke sungai.

Pada masyarakat Minangkabau dikenal juga upacara adat. Jenis tanaman yang banyak dipergunakan dalam upacara adat ini adalah padi, kelapa, jeruk, kapur barus, pinang dan tebu. Budaya nyekar di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan upacara mengirim doa pada leluhur. Upacara ini juga menggunakan berbagai jenis tumbuhan bunga yaitu mawar, kenanga, kantil, dan selasih. Untuk pembuatan kembar mayang pada pesta perkawinan suku Jawa dipergunakan jenis tumbuhan yaitu janur muda dari kelapa, mayang (bunga pinang), beringin, kemuning, daun spa-spa (Flemingialineata), daun kara (phaseolus lunatus), daun maja, daun, alang slang, daun kluwih (Artocarpus cornmunis), daun salam, daun dadap, daun girang, dan daun andhong. Disamping itu dikenal juga pemotongan ayam jantan untuk ingkung yang biasanya ayam berbulu putih mulus atau ayam berbulu hitam mulus (ayam cemani). Aneka tanaman yang dipergunakan untuk upacara memandikan keris di Yogyakarta adalah jeruk nipis, pace, nanas, kelapa, cendana, mawar, melati, kenanga, dan kemenyan Selain melekat pada upacara adat, kekayaan sumber daya hayati Indonesia tampak pada hasil-hasil kerajinan daerah dan kawasan. Misalnya kerajinan mutiara, dan kerang-kerangan di Nusa Tenggara dan Ambon, kerajinan kenari di Bogor, daerah. Pada hari lingkungan hidup sedunia ke-18, Presiden RI menetapkan melati sebagai puspa bangsa, anggrek bulan sebagai puspa pesona dan bunga raflesia sebagai puspa langka. Tiga satwa langka yang ditetapkan sebagai satwa nasional adalah Komodo, ikan siluk merah dan elang jawa. Kerajinan batik dan tenun ikat, kerajinan tikar, patung, dan lain-lain. Kekayaan sunber daya hayati juga nampak pada penggunaan maskot flora dan fauna di senua propinsi di Indonesia sebagai identitas.

Konservasi Keanekaragaman Hayati

Pemanfaatan sumber daya hayati untuk berbagai keperluan secara tidak seimbang ditandai dengan makin langkanya beberapa jenis flora dan fauna karena kehilangan habitatnya, kerusakan ekosisitem dan menipisnya plasma nutfah. Hal ini harus dicegah agar kekayaan hayati di Indonesia masih dapat menopang kehidupan. Konservasi sumber daya hayati di Indonesia diatur oleh UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Azas yang digunakan dalam pengelolaan linggungan hidup adalah azas tanggung jawab, berkelanjutan dan manfaat. Upaya konservasi keaneka ragaman ekosisitem di Indonesia silakukan secara insitu yang menekankan terjaminnya terpeliharanya keaneka ragaman hayati secara alami melalui proses evolusi. Saat ini kawasan konservasi yang ada di Indonesia terkelompok menjadi 180 cagar alam, 72 suaka margasatwa, 70 taman wisata, 13 taman buru, 17 taman nasional dan 3 taman hutan raya serta 13 taman laut. Dalam rangka kerja sama konservasi internasional, 6 dari kawasan suaka alam dijadikan cagar biosfer. Cagar biosfer ini suatu kawasan yang terdiri dari ekosisitem asli, unik dan atau ekosisitem yang telah mengalami degradasi yang dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Taman nasional di Indonesia mulai dikembangkan tahun 1980. Lima taman nasional pertama yaitu taman nasional gunung Leuser, taman nasional ujung Kulon, Taman nasional Gede Pangrango, taman nasional Baluran dan Taman nasional Komodo diperuntukkan untuk melindungi dan mengawetkan warisan alami bangsa Indonesia.

Pelestarian keanekaragaman jenis di Indonesia dilakukan baik secara insitu maupun eksitu. Pelestarian eksitu berarti memindahkan jenis dari habitatnya untuk dilestarikan dan diamankan. Pendirian kebun raya Bogor, kebun binatang, penangkaran hewan langka seperti badak, jalak bali, rusa timor, kayu hitam sawo kecik dan lain-lain merupakan upaya pelestarian exsitu yang tidak perlu mengganggu populasi alaminya.

Pelestarian plasma nutfah di Indonesia dilakukan baik secara insitu maupun eksitu. Pemuliaan tanaman saat ini ditujukan pada tanaman budi daya seperti padi, anggrek serta kultivar lainnya. Untuk hewan upaya penangkaran dan persilangan dilakukan pada berbagai jenis satwa piaraan seperti sapi, kambing, kuda dan ayam. Kebun koleksi plasma nutfah yang ada di Indonesia sampai daat ini belum menghasilkan banyak kultivar unggul baru. Kebun koleksi buah di Paseh dan Cibinong, kebun koleksi mangga di Grati, koleksi kopi di Ijen dan koleksi kelapa di Bone-Bone belum menampakkan hasil yang diharapkan sebagai sumber plasma nutfah. Sebenarnya secatra tradisional masyarakat Indonesia telah memiliki pola pelestarian alam yang ekologis, misalnya tidak boleh menebang pohon beringin, tidak boleh mengambil ikan di lubuk, dan lain-lain, namun karena kemajuan teknologi warisan tradisional tersebut memudar.



  1. Macam-macam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

usaha peletarian keanekaragam hayati di indonesia telah diresmikan oleh pemerintah dan mendirikanya,misalnya:

1.Taman Nasional

taman nasional adalah kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik diaratan maupun di perairan.taman nasional memiliki fungsi ganda yaituperlindungan terhadap siste penyngga kehidupan dan perlindungan jenis tumbuhan dan hewan serta pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.taman nasional juga penting untuk ilmu pengetahuan,pendidikan,budaya,dan rekreasi alam.dan beberapa taman nasional di indonesia adalah sebagai berikut:

a).taman nasional gunung lauser

taman nasoinal (TN) ini terletak di propinsi sumatera utara dan propinsi daerah istimewa aceh,dengan ketinggian 0-3.381 m di atas permukaan laut,dengan luas 1.095.192ha ,dan flora langkah yang dilindungi dalah bunga raflesia arnoldiivar.dan fauna yang di lindungi:gajah,beruang malaya,harimau sumatera,badak sumatera,orang utan sumatera,macan akar,burung kuda,kambing sumba,itik liar dan tapir

b).taman nasional kerinci sablat

taman nasional ini terletak di 4 propinsi yaitu:jambi,sumatera barat,sumatera selatan,bengkulu.jenis flora yang dilindungi:bunga raflesia,anggrek,pasang,kismis.dan jenis fauna yang dilinduni: tapir,simpoi,bangka,barang-berang,ungko,kelinci,landak,tikus hutan,babi batang,badak sumatera,gajah,harimau sumatera,harimau kumbang,simang kera ekor panjang,kancil,muncak dan rusa.

c).taman nasional bukit narisan selatan

Luasnya adalah 356.800 Ha,membentang dari ujung selatan propinsi bengkulu sampai ujung selatan propinsi bengkulu.dan jenis faunanya antara lain: meranti, keruing, pengarawang, pasang, bayur, damar, kemiri, cemara gunung, mengkudu, jenis fauna yang dilindungi antara lain:owa, babi rusa, kijang gajah, tapir, kambimg hutan, kerbau liar, badak, macan tutul, landak dan teringgiling.

d).taman nasional ujung kulon

taman ini terletak di ujung paling barat pulau jawa,dan fauna yang dilindungi dan hampir punah antar lain:badak bercula satu,banteng gibon jawa,harimau loreng dan surili

e)taman nasional gunung gede-pangarongo

taman ini terletak di kabupaten bogor,cianjur dan suka bumi.dan flora yang dilindungi:pohon raksasa yang ada adalah rasmala mencapai tinggi60 m dan satwa yang masih ada yaitiu,gibon jawa,surili,kera,lutung dan macan tutul

f).taman nasional komodo

taman ini terletak pada di pulau komodo,rinca,podang,gilimotong.dan flora yang dilindungi dalah kayu hitam,bayur, dan fauna/satwa yang khas adalah,komodo.

2).Cagar alam

Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan,satwa dan ekosistem,yang perkembanganya diserahkan pada alam dan untuk membudidyakan fauna dan flora yang hampir punah.

3).hutan wisata

Hutan wisata adalah kawasan hutan yang karena keadaan dan sifat wilayahnya perlu di bina dan di pertahankan sebagai hutan,yang dapat dimanfaat kanbagi kepentingan pendidikan,konservasia alam,dan rekreasi.misalnya pangandaran

4).taman hutan raya

Taman hutan raya adalah kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.alami atau non alami,jenis asli atau pendatang, yang berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan,pendidikan,kebudayaan,dan rekreasi.taman ini dapat disebut sebagai taman propinsi,misalnya pulau sempu di jawa timur

5).taman laut

Taman laut adalah wilayah lautan yang mempunyai ciri khas berupa keindahan alam atau keunikan alam yang ditunjuk sebagai kawasan konservasi alam,yang diperuntukkan guna melidungi plasma nutfah lautan.misal Bunaken di sulawesi utara.

6).Wana wisata

Wana wisata adalah kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi,juga di manfaatkan sebagai obyek wisata hutan

7).hutan lindung

Hutan lindung adalah kawasan hutan alam yang biasanyaterletak di daerah pegunungan yang di konservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi an untuk mengatur tata air.

8).kebun raya

Kebun raya adalah kumpulan tumbu-tumbuhan di suatu tempat,dan tumbu-yumbuhan tersebut brasal dari berbagai daerah yang ditanam untuk tujuan konservasi,ilmu pengetahuan,dan rekreasi.misalnya keun raya bogor dan purwodadi.selain tempat-tempatyang telah disebutkandi atas yang memang ditetapkan oleh pemerintahsebagai tempat konsrvasi,sebenarnya masyarakat pun dapat dapat berpartisipasi alam pelestarian keanekaragaman hayati.bentuk partisipasi masyarakat dalam pelestarian keanekaragaman hayati misalnya:

1. Memperkya koleksi tanaman di pekarangan rumah

2. Tidak membunuh burung dan hewan-hewan lainya

3. Tidak membuang limbah sembarangan,terutama limbah pabrik,limbah rumah tangga,dan limbah pestisida.

  1. Manfaat dalam Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati.

Keanekaragaman hayati merupakan anugerah terbesar bagi umat manusia. Manfaatnya antara lain adalah (1) Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain (2) Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi (3) mengembangkan sosial budaya umat manusia (4) Membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya.

Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan Di Indonesia

Kebutuhan karbohidrat masyarakat Indonesia terutama tergantung pada beras. Sumber lain seperti jagung, ubi jalar, singkong, talas dan sagu sebagai makanan pokok di beberapa daerah mulai ditinggalkan. Ketergantungan pada beras ini menimbulkan krisis pangan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Selain tanaman pangan yang telah dibudidaya, sebenarnya Indonesia mempunyai 400 jenis tanaman penghasil buah, 370 jenis tanaman penghasil sayuran, 70 jenis tanaman berumbi, 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah rempah. Perikanan merupakan sumber protein murah di Indonesia. Kita mempunyai zona ekonomi eksklusif yaitu 200 mil dari garis pantai yang dapat dipergunakan oleh nelayan untuk mencari nafkah. Budi daya udang , bandeng dan lele dumbo sangat potensial juga sebagai sumber pangan. Oncom , tempe, kecap, tape, aru (minuman khas daerah Timor), gatot, merupakan makanan suplemen yang disukai masyarakat Indonesia. Jasa mikro organisme seperti kapang, yeast dan bakteri sangat diperlukan untuk pembuatan makanan ini. Beberapa jenis tanaman seperti suji, secang, kunir, gula aren, merang padi, pandan banyak digunakan sebagai zat pewarna makanan.

Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Sandang Dan Papan

Kapas, rami, yute, kenaf, abaca, dan acave serta ulat sutera potensial sebagai bahan sandang. Tanaman ini tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Jawa dan Kalimantan dan Sulawesi. Di samping itu beberapa Suku di Kalimantan, Irian dan Sumatera menggenakan kulit kayu, bulu- bulu burung serta tulang-tulang binatang sebagai asesoris pakaian mereka. Sementara masyarakat pengrajin batik menggunakan tidak kurang dari 20 jenis tanaman untuk perawatan batik tulis termasuk buah lerak yang berfungsi sebagai sabun. Masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Irian Jaya menggunakan 6 macam tumbuhan sebagai bahan sandang. Untuk membuat yokal (pakaian wanita yang sudah menikah) menggunakan jenis tumbuhan (Agrostophyllum majus) dan wen (Ficus drupacea). Untuk pakaian anak gadis dipergunakan jenis tumbuhan kem (Eleocharis dulcis). Untuk membuat koteka/holim yaitu jenis pakaian pria digunakan jenis tanaman sika (Legenaria siceraria). Sedangkan pakaian perang terbuat dari mul (Calamus sp).

Rumah adat di Indonesia hampir semuanya memerlukan kayu sebagai bahan utama. Semula kayu jati, kayu nangka dan pokok kelapa (glugu) dipergunakan sebagai bahan bangunan. Dengan makin mahalnya harga kayu jati saat ini berbagai jenis kayu seperti meranti, keruing, ramin dan kayu kalimantan dipakai juga sebagai bahan bangunan.Penduduk Pulau Timor dan Pulau Alor menggunakan lontar (Borassus sundaicus) dan gewang (Corypha gebanga) sebagai atap dan didinding rumah. Beberapa jenis palem seperi Nypa fruticas, Oncosperma horridum, Oncossperma tigillarium dimanfaatkan oleh penduduk Sumatera, Kalimantan dan Jawa untuk bahan bangunan rumah.Masyarakat Dawan di Pulau Timor memilih jenis pohon timun (Timunius sp), matani (Pterocarpus indicus), sublele (Eugenia sp) sebagai bahan bangunan disamping pelepah lontar, gewang dan alang-alang (Imperata cyllndrica) untuk atap.

Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Obat dan Kosmetik

Indonesia memiliki 940 jenis tanaman obat, tetapi hanya 120 jenis yang masuk dalam Materia medika Indonesia. Masyarakat pulau Lombok mengenal 19 jenis tumbuhan sebagai obat kontrasepsi. Jenis tersebut antara lain pule, sentul, laos, turi, temulawak. Alang-alang, pepaya, sukun, lagundi, nanas, jahe, jarak, merica, kopi, pisang, lantar, cemara, bangkel, dan duwet. Bahan ini dapat diramu menjadi 30 macam. Masyarakat jawa juga mengenal paling sedikit 77 jenis tanaman obat yang dapat diramu untuk pengobatan segala penyakit Masyarakat Sumbawa mengenal 7 jenis tanaman untuk ramuan minyak urat yaitu akar salban, akar sawak, akar kesumang, batang malang, kayu sengketan," ayu sekeal, kayu tulang. Masyarakat Rejang Lebong Bengkulu mengenal 71 jenis tanaman obat. Untuk obat penyakit malaria misalnya masyarakat daerah ini menggunakan 10 jenis tumbuhan. Dua di antaranya yaitu Brucea javanica dan Peronemacanescens merupakan tanaman langka. Cara pengambilan tumbuhan ini dengan mencabut seluruh bagian tumbuhan, mengancam kepunahan tanaman ini. Masyarakat Jawa Barat mengenal 47 jenis tanaman untuk menjaga kesehatan ternak terutama kambing dan domba. Di antara tanaman tersebut adalah bayam, jambe, temu lawak, dadap, kelor, lempuyang, katuk, dan lain-lain. Masyarakat Alor dan Pantar mempunyai 45 jenis ramuan obat untuk kesehatan ternak sebagai contoh kulit kayu nangka yang dicampur dengan air laut dapat dipakai untuk obat diare pada kambing. Di Jawa Timur dan Madura dikenal 57 macam jamu tradisional untuk ternak yang menggunakan 44 jenis tumbuhan. Jenis tumbuhan yang banyak digunakan adalah marga curcuma (temuan-temuan). Di daerah Bone Sulawesi Utara ada 99 jenis tumbuhan dari 41 suku yang diprgunakan sebagai tanaman obat. Suku Asteraceae, Verbenaceae, Malvaceae, Euphorbiaceae, dan Anacardiaceae merupakan suku yang paling banyak digunakan.

Potensi keanekaragaman hayati sebagai kosmetik tradisional telah lama dikenal. Penggunaan bunga bungaan sepeti melati, mawar, cendana, kenanga, kemuning, dan lain-lain lazim dipergunakan oleh masyarakat terutama Jawa untuk wewangian. Kemuning yang mengandung zat samak dipergumakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk membuat lulur (9 jenis tumbuhan) yang berhasiat menghaluskan kulit. Tanaman pacar digunakan untuk pemerah kuku, sedangkan ramuan daun mangkokan, pandan, melati dan minyak kelapa dipakai untuk pelemas rambut. Di samping itu masyarakat Jawa juga mengenal ratus yang diramu dari 19 jenis tanaman sebagai pewangi pakaian, pemangi ruangan dan sebagai pelindung pakaian dari serangan mikro organisme. Di samping semuanya ini Indonesia mengenal 62 jenis tanaman sebagai bahan pewarna alami untuk semua keperluan, seperti misalnya jambu hutan putih yang digunakan sebagai pewama jala dan kayu malam sebagai cat batik.

  1. Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Pemanfaatan keanekaragaman hayati melalui usaha pelestarian

1. Tebang pilih, yaitu penebangan pohon secara selektif (terpilih) bagi pohon-pohon yang memenuhi persyaratan untuk ditebang, baik dari segi umur, ketersediaan jenisnya, maupun jumlahnya.

2. Reboisasi, yaitu penanaman kembali hutan bekas tebangan dengan tumbuhan yang masih muda.

3. Perburuan musiman, yaitu pemanfaatan SDA pada musim tertentu, yaitu menghindari berburu pada musim kawin, masa hamil, atau masa beranak.

4. Penganekaragaman bahan pangan, yaitu pemanfaatan SDA sebagai bahan pangan secara bervariasi dengan menghindari penggunaan bahan makanan satu jenis saja sehingga tidak menghabiskan jenis tersebut.

Pelestarian keanekaragaman hayati melalui usaha perlindungan

1. Perlindungan alam, dalam usaha menjaga kelestarian alam. Ada 2 cara, yaitu:

a) pelestarian in situ,

yaitu pelestarian alam di habitat aslinya. Misalnya taman wisata, taman nasional, dan hutan lindung.

b) pelestarian ex situ,

pelestarian alam bukan di habitat aslinya. Misalnya kebun koleksi, kebun botani, kebun binatang, dan kebun plasma nuftah.

2. Macam-macam perlindungan alam

a) perlindungan alam umum,

yaitu secara terbimbing oleh para ahli atau diarahkan (seperti Kebun Raya Bogor dan Taman Nasional), dan secara ketat yang sesuai kehendak alam tanpa adanya campur Tangan manusia kecuali jika diperlukan.

b) perlindungan alam khusus,

yaitu yang ditujukan kepada satu atau beberapa unsure alam tertentu. Contohnya: perlindungan botani, perlindungan zoology, perlindungan geologi, perlindungan alam antropologi, dan perlindungan ikan.

c) Perlindungan satwa langka,

yaitu yang dikenal dengan suaka marga satwa. Cara pelestariannya diantaranya:

1) dibuat undang-undang perburuan serta tindakan hukuman bagi pelanggar.

2) membiarkan hewan-hewan langka yang hamper punah.

3) memindahkan hewan langka yang hamper punah ke habitat yang lebih cocok.

BAB V

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan himpunan seluruh populasi penghuni biosfer, yaitu terdiri dari seluruh wilayah udara, tanah, dan air tempat makhluk hidup tinggal. Di dalam makhluk hidup terkandung plasma nuftah (germplasm), yaitu kisaran keanekaragaman genetic dari individu liar sampai individu budidaya. Penyebab utama keanekaragaman makhluk hidup ini adalah gem.Usaha pelestarian keanekaragaman hayati adalah usaha untuk melindungi kekayaan jenis tumbuhan (flora) dan kekayaan hewan (fauna), serta mikroorganisme untuk melestarikan agar tidak punah.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa saran yang ingin penulis sampaikan adalah :

1.) Sebagai manusia hendaknya kita melestarikan semua yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta.

2.) Adanya kesadaran diri individual untuk tidak mementingkan keegoisan diri masing-masing.

3.) Sebagai makhluk tuhan yang beriman hendaknya kita mempergunakan sumber daya hayati secara baik dan benar serta terus bersyukur atas karunianya.,

DAFTAR PUSTAKA

”Keanekaragaman Hayati (Upaya)”, 26 November 2009, www.wikipedia.com

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudjadi, Bagod.2007.Biologi 1 SMA/MA Kelas X.Juni 2007.Cetakan Pertama.Yudistira